Tepat pukul 11 siang angin sudah mulai terasa di iringi dengan datang nya hujan gerimis serta kabut hitam menambah seram nya suasana.
Perlahan lahan namun pasti angin semakin kencang dengan hitungan detik angin semakin menjadi dan suara angin seperti orang bermain seruling. Sungguh mencekam. Tak lama kemudian aku nitip dari dalam rumah. Jalan Raya di bawah sana sudah terpendam air.
Banyak pepohonan yang tumbang dan gedung-gedung pencakar langit ikut bergoyang. Seperti mengikuti alunan suara angin. Sungguh ngeri... Pintu di apartemen yang ku tempati pun ikut bergoyang. Hanya pasrah yang ada salam hatiku waktu itu. Dan aku selalu berdoa semoga di beri keselamatan dan di beri perlindungan dari amukan badai topan yang melanda Hongkong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar